Agak susah membantah kedekatan FPI dg petinggi militer &Polisi. Kalau melihat bagaimana mereka para
jenderal jadi bidan kelahiran mereka. Tentang hub dg Wiranto, Noegroho Jayoesman dll diceritakan Kivlan Zen sendiri (dalam bukunya).
FPI dekat sekali dg petinggi militer & kepolisian. Ini tak terlepas dari proses pembentukan Pam Swakarsa Massa pendukung SI MPR 1998 (Wiranto, Kivlan Zen dan Nugroho Djayoesman, dulu mereka membentuk Pam Swakarsa yg jadi cikal bakal FPI)
Buku “ Konflik dan Integrasi AD “ yang ditulisnya Kivlan Zein. Kivlan Zen diminta Wiranto mengumpulkan,mengerahkan massa pendukung SI – MPR
Untuk pendanaan ia(Kivlan Zein) diminta berhubungan dg Setiawan Djodi & Jimly Asshidiqie saat itu jadi staff Habibie, Sore itu dana diberikan oleh Djodi
Jika ditarik sebelumnya, bisik bisik kedekatan kelompok Islam fundamentalis dg elite militer seperti Prabowo. Tapi tdk ada yg bisa buktikan. Yang jelas Kivlan Zen adalah Panglima Divisi Kostrad pada masa Prabowo Subianto menjadi Panglima Kostrad.
Ada yang bilang setelah Prabowo jatuh. Kelompok ini didekati oleh Wiranto dan Jendral jendral penguasa baru. Jadi cikal bakal FPI.
Medio Mei 1998 sampai Agustus 1998. Nugroho Dayoesman bolak balik meminta habib habib, mubalig utk menjadi patron organisasi
FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 Ciputat, dihadiri petinggi miiter termasuk Kapolda Jakarta Nugroho Djayoesman.
Pada awal pembentukan FPI, Habib Rizieq berbicara tentang penggalangan potensi kekuatan umat untuk menggusur masyarakat sekuler.
FPI pun berdiri dg tujuan menegakkan hukum Islam di RI , 4 bulan setelah jatuhnya orde baru yg sama sekali tak mentolerir kegiatan itu.
Dlm upacara pendirian FPI di Pesantren Al Um, Ciputat, 17-8-1998. Riziq berpidato mewujudkan mimpi2 negara Islam. Petinggi militer diam saja.
Brigjend Saleh Saaf Kepala Dinas Penerangan Polri saat itu : Waktu itu mereka ( FPI ) diarahkan bekerjasama dengan Polri
4 November 1998. Rapat dg pimpinan ormas Islam termasuk FPI. Kepada Kivlan Zen mereka janji kerahkan tambahan massa 30.000 orang
Tambahan massa ini untuk membantu ABRI yang menjaga SI MPR. Diharapkan bisa menaikan moral tentara yg haru sberhadapan dgn rakyat
Massa pendukung ini direncanakan berhadapan langsung dgmahasiswa/rakyat. Jika ada perselisihan maka aparat datang seolah olah melerai.
Massa pendukung bikin apel di parkir timur dipimpin Panglima Divisi Kiblat ( Komite Islam Bersatu Penyelamat Konstitusi ), Daud Poliraja.
Pada pertemuan di rumah Wiranto 9 Nov 1998. Hadir juga Kapolda Nugroho Djayoesman, Pangdam Jaya Jaja Suparman, dan Kivlan Zen
Disepakati PamSwa berhdapan dg massa, jika terjepit pasukan Kodam bantu. Prakteknya Pam Swakarsa di gebukin Marinir, mereka tdk diberitahu
Selama SI MPR kerap terjadi bentrokan antara Kiblat – kelak oleh Nugroho Djayoesman dirubah namanya menjadi Pam Swakarsa - dg masa mahasiswa
Setelah SI MPR berakhir. Presiden baru KH Abdurahman Wahid meminta laskar ini membubarkan diri dan pulang ke rumahnya masing masing
Beberapa yang tinggal dan terutama dari daerah Banten dan sekitar Jabotabek melebur ke dalam laskar laskar seperti FPI, atau FBR.
(kedekatan FPI dengan Wiranto ) Laskar FPI pernah menyerbu kantor Komnas HAM saat itu, menolak pemeriksaan thd Wiranto ttg keterlibatannya dalam bumi hangus Timor Timur.
Banten 1998 adalah pemasok utama PAMSWAKRSA melalui tokohnya H.Chasan Shohib tak lain adlh ayah Gub Banten (Ratu Atut).
Kenapa Kivlan Zen memilih Banten selain etnis Betawi sekitar Jabodetabek sebagai pemasok laskar FPI?
Sejarah mencatat gerakan Islam radikal tumbuh di Banten. Majalah De Gids ( tahun 1933 ) sdh menulis tentang fanatisme agama di Banten
Snouck Hurgronye menulis fanatisme agama di Banten. “ disana banyak perkumpulan tarekat mistik,
dipimpin haji berpakaian putih & bersorban “
Pemberontakan Haji Wasid di Banten 1888 memang mengerikan. Bnyak penduduk pribumi terbunuh karena dianggap tidak memilih cara hidup Islami.
Jadi Kalo dilihat dari sejarah FPI tidak heran, Kalau ada kesan polisi seolah membiarkan aksi FPI, mungkin Polisi junior ini masih segan sama polisi senior penggagas FPI yg udah pensiun.
Ada buku Biografi Noegroho Djayoesman ( Pelindung FPI ) bekas Kapolda Jakarta ' Meniti Gelombang Reformasi ' : bukan jenderal Taliban.
disadur dari kultwit :https://twitter.com/#!/imanbr
link refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasukan_Pengamanan_Masyarakat_Swakarsa
jenderal jadi bidan kelahiran mereka. Tentang hub dg Wiranto, Noegroho Jayoesman dll diceritakan Kivlan Zen sendiri (dalam bukunya).
FPI dekat sekali dg petinggi militer & kepolisian. Ini tak terlepas dari proses pembentukan Pam Swakarsa Massa pendukung SI MPR 1998 (Wiranto, Kivlan Zen dan Nugroho Djayoesman, dulu mereka membentuk Pam Swakarsa yg jadi cikal bakal FPI)
Buku “ Konflik dan Integrasi AD “ yang ditulisnya Kivlan Zein. Kivlan Zen diminta Wiranto mengumpulkan,mengerahkan massa pendukung SI – MPR
Untuk pendanaan ia(Kivlan Zein) diminta berhubungan dg Setiawan Djodi & Jimly Asshidiqie saat itu jadi staff Habibie, Sore itu dana diberikan oleh Djodi
Jika ditarik sebelumnya, bisik bisik kedekatan kelompok Islam fundamentalis dg elite militer seperti Prabowo. Tapi tdk ada yg bisa buktikan. Yang jelas Kivlan Zen adalah Panglima Divisi Kostrad pada masa Prabowo Subianto menjadi Panglima Kostrad.
Ada yang bilang setelah Prabowo jatuh. Kelompok ini didekati oleh Wiranto dan Jendral jendral penguasa baru. Jadi cikal bakal FPI.
Medio Mei 1998 sampai Agustus 1998. Nugroho Dayoesman bolak balik meminta habib habib, mubalig utk menjadi patron organisasi
FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 Ciputat, dihadiri petinggi miiter termasuk Kapolda Jakarta Nugroho Djayoesman.
Pada awal pembentukan FPI, Habib Rizieq berbicara tentang penggalangan potensi kekuatan umat untuk menggusur masyarakat sekuler.
FPI pun berdiri dg tujuan menegakkan hukum Islam di RI , 4 bulan setelah jatuhnya orde baru yg sama sekali tak mentolerir kegiatan itu.
Dlm upacara pendirian FPI di Pesantren Al Um, Ciputat, 17-8-1998. Riziq berpidato mewujudkan mimpi2 negara Islam. Petinggi militer diam saja.
Brigjend Saleh Saaf Kepala Dinas Penerangan Polri saat itu : Waktu itu mereka ( FPI ) diarahkan bekerjasama dengan Polri
4 November 1998. Rapat dg pimpinan ormas Islam termasuk FPI. Kepada Kivlan Zen mereka janji kerahkan tambahan massa 30.000 orang
Tambahan massa ini untuk membantu ABRI yang menjaga SI MPR. Diharapkan bisa menaikan moral tentara yg haru sberhadapan dgn rakyat
Massa pendukung ini direncanakan berhadapan langsung dgmahasiswa/rakyat. Jika ada perselisihan maka aparat datang seolah olah melerai.
Massa pendukung bikin apel di parkir timur dipimpin Panglima Divisi Kiblat ( Komite Islam Bersatu Penyelamat Konstitusi ), Daud Poliraja.
Pada pertemuan di rumah Wiranto 9 Nov 1998. Hadir juga Kapolda Nugroho Djayoesman, Pangdam Jaya Jaja Suparman, dan Kivlan Zen
Disepakati PamSwa berhdapan dg massa, jika terjepit pasukan Kodam bantu. Prakteknya Pam Swakarsa di gebukin Marinir, mereka tdk diberitahu
Selama SI MPR kerap terjadi bentrokan antara Kiblat – kelak oleh Nugroho Djayoesman dirubah namanya menjadi Pam Swakarsa - dg masa mahasiswa
Setelah SI MPR berakhir. Presiden baru KH Abdurahman Wahid meminta laskar ini membubarkan diri dan pulang ke rumahnya masing masing
Beberapa yang tinggal dan terutama dari daerah Banten dan sekitar Jabotabek melebur ke dalam laskar laskar seperti FPI, atau FBR.
(kedekatan FPI dengan Wiranto ) Laskar FPI pernah menyerbu kantor Komnas HAM saat itu, menolak pemeriksaan thd Wiranto ttg keterlibatannya dalam bumi hangus Timor Timur.
Banten 1998 adalah pemasok utama PAMSWAKRSA melalui tokohnya H.Chasan Shohib tak lain adlh ayah Gub Banten (Ratu Atut).
Kenapa Kivlan Zen memilih Banten selain etnis Betawi sekitar Jabodetabek sebagai pemasok laskar FPI?
Sejarah mencatat gerakan Islam radikal tumbuh di Banten. Majalah De Gids ( tahun 1933 ) sdh menulis tentang fanatisme agama di Banten
Snouck Hurgronye menulis fanatisme agama di Banten. “ disana banyak perkumpulan tarekat mistik,
dipimpin haji berpakaian putih & bersorban “
Pemberontakan Haji Wasid di Banten 1888 memang mengerikan. Bnyak penduduk pribumi terbunuh karena dianggap tidak memilih cara hidup Islami.
Jadi Kalo dilihat dari sejarah FPI tidak heran, Kalau ada kesan polisi seolah membiarkan aksi FPI, mungkin Polisi junior ini masih segan sama polisi senior penggagas FPI yg udah pensiun.
Ada buku Biografi Noegroho Djayoesman ( Pelindung FPI ) bekas Kapolda Jakarta ' Meniti Gelombang Reformasi ' : bukan jenderal Taliban.
disadur dari kultwit :https://twitter.com/#!/imanbr
link refrensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasukan_Pengamanan_Masyarakat_Swakarsa
0 komentar:
Posting Komentar